Selasa, 26 Maret 2013

makalah ketahanan nasional


BAB III
KETAHANAN NASIONAL


BAB I             PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

            Kemampuan, kekuatan, ketangguhan dan keuletan sebuah bangsa melemahkan dan atau menghancurkan setiap tantangan, ancaman, rintangan dan gangguan itulah yang disebut dengan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu, ketahanan nasional mutlak senantiasa untuk dibina dan dibangun serta ditumbuhkembangkan secara terus-menerus dengan simultan dalam upaya mempertahankan hidup dan kehidupan bangsa.
            Kondisi kehidupan nasional itu menjadi salah satu kekuatan ketahanan nasional karena adanya jaminan kekuasaan hukum bagi semua pihak yang ada di Indonesia dan lebih jauh daripada itu adalah menjadi cermin bagaimana rakyat Indonesia mampu untuk tumbuh dan berkembang.

            Konsepsi ketahanan nasional adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.


B.     Tujuan

            Adapun tujuan dari makalah ini antara lain sebagai kesadaran bahwa meningkatkan ketahanan Nasional Indonesia dalam menghadapi Era Globalisasi ini kita dapat mencapai tingkat ketahanan Nasional yang di hasilkan tetap dalam kerangka atau ikatan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan bangsa Indonesia dan dapat memberikan jaminan terhadap identitas dan Integrasi bangsa Indonesia dan Negara kesatuan Republik Indonesia serta tercapinya tujuan dan cita-cita Nasional.


BAB II                        PEMBAHASAN

            Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.
            Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
            Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang , serasi dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.


Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia

            Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :

1.      Asas Kesejahteraan dan Keamanan
            Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya.
2.      Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu
            Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.      Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
            Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
a.       Mawas ke dalam
            Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nila-inilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
b.      Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
4.      Asas kekeluargaan
            Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.






Sifat Ketahanan Nasional Indonesia

1.      Mandiri
            Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).
2.      Dinamis
            upaya peningkatan ketahanan nasional harus selalu diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
3.      Wibawa
            Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan nasonal yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan Negara Indonesia.
4.      Konsultasi dan kerjasama
            Konsepsi ketahanan nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.


Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia

            Untuk mewujudkan keberhasilanketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga Negara Indonesia, yaitu :
a.       Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah
b.      Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan

            Apabila setiap warga negara Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik dan Strategi Nasional (Polstranas).


BAB III          PENUTUP

Sumber : 
a.       http://feearea.blogspot.com/2012/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html
c.       http://gatot_sby.staff.gunadarma.ac.id/


 BAB III
KETAHANAN NASIONAL


BAB I             PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

            Kemampuan, kekuatan, ketangguhan dan keuletan sebuah bangsa melemahkan dan atau menghancurkan setiap tantangan, ancaman, rintangan dan gangguan itulah yang disebut dengan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu, ketahanan nasional mutlak senantiasa untuk dibina dan dibangun serta ditumbuhkembangkan secara terus-menerus dengan simultan dalam upaya mempertahankan hidup dan kehidupan bangsa.
            Kondisi kehidupan nasional itu menjadi salah satu kekuatan ketahanan nasional karena adanya jaminan kekuasaan hukum bagi semua pihak yang ada di Indonesia dan lebih jauh daripada itu adalah menjadi cermin bagaimana rakyat Indonesia mampu untuk tumbuh dan berkembang.

            Konsepsi ketahanan nasional adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.


B.     Tujuan

            Adapun tujuan dari makalah ini antara lain sebagai kesadaran bahwa meningkatkan ketahanan Nasional Indonesia dalam menghadapi Era Globalisasi ini kita dapat mencapai tingkat ketahanan Nasional yang di hasilkan tetap dalam kerangka atau ikatan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan bangsa Indonesia dan dapat memberikan jaminan terhadap identitas dan Integrasi bangsa Indonesia dan Negara kesatuan Republik Indonesia serta tercapinya tujuan dan cita-cita Nasional.


BAB II                        PEMBAHASAN

            Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.
            Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
            Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang , serasi dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.


Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia

            Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :

1.      Asas Kesejahteraan dan Keamanan
            Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya.
2.      Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu
            Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.      Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
            Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
a.       Mawas ke dalam
            Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nila-inilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
b.      Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
4.      Asas kekeluargaan
            Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.






Sifat Ketahanan Nasional Indonesia

1.      Mandiri
            Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).
2.      Dinamis
            upaya peningkatan ketahanan nasional harus selalu diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
3.      Wibawa
            Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan nasonal yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan Negara Indonesia.
4.      Konsultasi dan kerjasama
            Konsepsi ketahanan nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.


Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia

            Untuk mewujudkan keberhasilanketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga Negara Indonesia, yaitu :
a.       Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah
b.      Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan

            Apabila setiap warga negara Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik dan Strategi Nasional (Polstranas).


BAB III          PENUTUP

Sumber : 
a.       http://feearea.blogspot.com/2012/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html
c.       http://gatot_sby.staff.gunadarma.ac.id/









































Kamis, 17 Januari 2013

Mata Minus (Rabun Jauh)


Hai guys .. Kali ini gue mau kasih info sedikit nih untuk kalian yang kesehariaanya sering menggunakan kacamata minus.

Tau gak sih kalian kalo sebenarnya mata minus itu penyebabnya apa ? yuk kita bahas.
Perbedaan Mata Minus dan Silinder Mata minus atau rabun jauh merupakan suatu gejala yang terjadi pada mata dengan adanya kelengkungan kornea yang lebih pendek serta sumbu bola mata yang terlalu panjang. Hal ini bisa di sebabkan oleh factor keturunan atau adanya factor karena aktivitas yang terlalu lama dan dekat misalnya bekerja dengan waktu yang lama melalui computer.

Jika seseorang mengalami mata minus ,maka penyakit ini cenderung bertambah khususnya pada masa pertumbuhan, karena seiring bertambahnya tinggi badan, maka minusnya pun ikut bertambah karena sumbu bola mata yang terus ikut memanjang. Biasanya penyakit ini akan berhenti bertambah saat kita akan memasuki usia 30 tahun dan cenderung turun saat usia 40 tahun. Penyakit ini tidak dapat di sembuhkan ataupun di cegah selain dengan melaui operasi lasik. Cara yang bisa kita lakukan hanyalah dengan menjaga mata dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang pas agar minus tidak cepat bertambah.

Tuh kan guys, makanya jaga kesehatan mata kita yah biar gak  bertambah terus minusnya !! semoga bermanfaat kawan J




Long Distance Relationship ( Pengalaman Pribadi )


Long Distance Relationship

Di dalam heningnya kegelapan malam ,rintik-rintik air mulai turun membasahi setiap relung jiwa. Semua kenangan yang dulu pernah terukir dalam kisah kasih kita, kini kembali terkenang. Sejenak aku berfikir dengan apa yang terjadi sebenarnya. Ternyata semua itu hanya kenangan kita di masa lalu .mungkin sebuah hubungan yang di lakukan dalam jarak yang relative jauh semuanya hanya bias terkenang dengan khayalan dan angan yang pernah di lalui saja tanpa bisa merasakan apa yang sebenarnya terjadi. Keteguhan hati dan kepercayaan yang kita tanam dalam diri kita akan mampu menahan dan mempertahankan apapun yang terjadi. Waktu luang untuk bertemu terkadang sangat sulit untuk kita wujudkan karena adanya jarak yang memisahkan hubungan kita.  

Terkadang hati kecilku tersenyum melihat kisah remaja kita yang begitu sulit. Hanya segelintir orang yang mampu mempertahankannya. Namun kita mampu mempertahankannya sampai saat nya kita di pertemukan kembali, ia walaupun hanya dalam waktu yang sesaat. Pengorbanan dan kesetiaan pun akhirnya kita lihat dari masing-masing pribadi kita.

Mungkin kita tau, setiap insan manusia di ciptakan hidup berpasangan. Mereka menjalin tali cintanya dengan  banyak rintangan yang harus di lalui. Mungkin salah satunya kita ,menghabiskan indahnya kisah cinta ini dengan jarak yang jauh dan pertemuan yang sangat sulit kita lakukan. Tapi percayalah ,semua yang sudah kita lakukan bedan kita rencanakan tetap semuanya itu tuhan yang menentukan. Kita harus tetap menjalani semuanya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk mencapai sebuah kebahagiaan yang kita inginkan. 

Sabtu, 03 November 2012

makalah manajemen keuangan


MANAJEMEN KEUANGAN



MAKALAH



Di Susun oleh :
Ismi Nurarini, NPM : 53212848
“ D3 Bisnis dan Kewirausahaan, Manajemen Keuangan”





UNIVERSITAS GUNADARMA
Tahun Ajaran 2012/2013




KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penyusun ucapkan kepada Allah SWT  karena atas berkat dan ridho-Nya lah maklah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah dengan judul “Manajemen Keuangan” ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar#.
Penyusun juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, khususnya kepada kedua orang tua dan kepada Bpk. Yasman Rianto selaku dosen mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar#.
Makalah ini di harapkan dapat bermanfaat dan berguna pada saat ini ataupun di kemudian hari. Penyusun menyadari masih adanya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, mudah-mudahan dengan adanya kekurangan tersebut penulis ataupun pembaca dapat memperbaikinya dengan memberikan kritik dan saran sehingga akan ada kemajuan yang lebih baik dari sebelumnya.






                                                                                    Bekasi, Oktober 2012
                                                                                                       Penyusun


                Ismi Nurarini





DAFTAR ISI

            KATA PENGANTAR           ……………………………………
            DAFTAR ISI                          ……………………………………
           
BAB I             PENDAHULUAN
                                    1.1       LATAR BELAKANG           ……………
                                    1.2       IDENTIFIKASI MASALAH            ……………

BAB II                        PEMBAHASAN

BAB III          PENUTUP
                        4.1       KESIMPULAN          …………………..
                        4.2       SARAN                      …………………..

BAB IV          DAFTAR PUSTAKA













BAB I
PENDAHULUAN

            1.1       LATAR BELAKANG
Manajemen keuangan bukan ahanya diminati oleh para pelaku bisnis saja tetapi juga oleh berbagai kalangan masyarakat, misalnya ibu rumah tangga. Banyak orang berfikir bahwa meneglola keuangan adalah hal yang mudah dilakukan, namun tidak demikian. Maka dari itu, penyusun berniat untuk mengetahui secara lebih dalam  apa arti dari manajemen keuangan, tujuan dan fungsi manajemen keuangan itu.

            1.2       IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, penyusun akan menyampaikan beberapa identifikasi masalah yang akan muncul, yaitu sebagai berikut:
            1. Apakah pengertian dari manajemen keuangan ?
            2. Apa saja tujuan dan fungsi dari manajemen keuangan itu ?
                       












BAB II
PEMBAHASAN
           
2.1       Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang perencanaan, pemeriksaan, penganggaran, pengelolaan, pencarian, pengendalian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu perusahaan dengan tujuan menyeluruh.
Manajemen keuangan dapat di definisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan.meskipun tugas dan kewajibannya berlainan disuatu perusahaan, tugas pokok manajemen keuangan yaitu keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan.
           
            2.2       Tujuan dan Fungsi Manajemen Keuangan
Tujuan manajemen keuangan adalah Memaksimalkan kesejahteraan pemilik perusahaan atau memaksimalkan nilai perusahaan, menjaga kelangsungan hidup perusahaan (going concer) dan mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai tanggung jawab social perusahaan, sedangkan fungsi dari manajemen keuangan adalah sebagai berikut:
·         Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
·         Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
·         Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
·         Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
·         Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
·         Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan
·         Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
·         Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi




Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
·         Melakukan pengawasan atas biaya
·         Menetapkan kebijaksanaan harga
·         Meramalkan laba yang akan dating
·         Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja





























BAB III
PENUTUP

           
4.1       KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas, penyusun dapat member kesimpulan bahwa manajemen keuangan merupakan ilmu yang mengatur, mengelola, maupun mengendalikan dana suatu perusahaan secara menyeluruh. Seseorang yang berhak mengambil suatu keputusan dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan di sebut sebagai manajer keuangan.

           
4.2       SARAN
Perusahaan perlu meningkatkan kemampuan untuk mengelola dana yang ada secara optimal. Selain itu, perusahaan hendaknya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman karyawan, manajemen perusahaan dan staf bagian keuangan mengenai pentingnya meningkatkan efisiensi modal kerja untuk memperoleh rentabilitas ekonomi yang meningkat melalui pendidikan dan pelatihan.


















BAB IV
DAFTAR PUSTAKA