Jumat, 18 Oktober 2013

identifikasi pasar



    
     Identifikasi pasar di rasakan perlu bagi sebuah perusahaan karena hal tersebut berkaitan dengan pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan tersebut.  Identifikasi pasar tersebut dilakukan dari beberapa faktor ,diantaranya :
·         Identifikasi kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi
·         Identifikasi pasar baru dari perubahan sosial dan demografi
·         Menggunakan penggunaan baru atas produk perusahaan
·         Meningkatkan produk perusahaan yang sudah ada
·         Mengembangkan tekhnologi baru
·         Mengamati arah perkembangan perusahaan

Secara umum factor identifikasi kesempatan pemasaran pada akhirnya akan bertumbuh pada tiga hal yaitu konsumen, lingkungan konsumen dan sumber daya. Proses identifikasi kesempatan pemasaran dimulai dari pemahaman terhadap arah perkembangan yang akan dituju oleh perusahaan. Langkah kedua dalam identifikasi kesempatan pemasaran adalah menentukan pasar yang akan dilayani oleh perusahaan.

Dalam proses ini perusahaan secara simultan juga harus melakukan kegiatan komprehensif yang mencakup prilaku konsumen, lingkungan pemasaran dan sumberdaya internal yang dimiliki.

Jumat, 11 Oktober 2013

rencana usaha martabak manis



PROPOSAL
RENCANA USAHA MARTABAK MANIS







DI SUSUN OLEH :   ISMI NURARINI




MANAJEMEN KEUANGAN D3 BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

            Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, penulis memberanikan diri untuk menyelesaikan proposal ini tepat pada waktunya. proposal dengan judul “ Rencana Usaha Martabak Manis” ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah softskill kewirausahaan.
            Penulis menyadari bahwa penulisan proposal ini tidak akan tersusun dengan baik tanpa adanya pengarahan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada  seluruh pihak yang telah membantu dalam penulisan proposal ini.
            Semoga dengan adanya proposal “Rencana Usaha Martabak Manis” ini dapat membantu ataupun memberikan manfaat bagi pembaca  maupun penulis. Kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan proposal ini.

                                                                                                Jakarta, 10  Oktober 2013

                                                                                                            Penulis











BAB 1               PENDAHULUAN

a.       Latar Belakang
            Dalam suatu pemasaran ada berbagai bentuk dan aneka ragam makanan. Dalam kebutuhan sehari-hari banyak aktifitas yang dijalani dan juga pasti memiliki makanan yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Makanan ini sangat baik untuk di konsumsi karena mengandung banyak vitamin yang ada dalam makanan ini dan baik dikonsumsi ketika malam hari agar terlihat lebih istimewa dipandangan masyarakat. Makanan ini dilakukan dengan cara pembuatan yang sederhana dengan harga yang terjangkau oleh masyaraat. Oleh karena itu, saya memilih jenis usaha “Martabak Manis” ini untuk dijual karena mudahnya proses pembuatan dan harga yang terjangkau .


b.      Tujuan Pembuatan Proposal
Tujuan dari pembuatan proposal ini yaitu :
·         Meyakinkan pihak-pihak yang akan memberikan dukungan baik keuangan maupun dokumentasi moral
·          Sebagai pegangan dalam menjalankan usaha /bisnis
·         Memberitahukan para pembaca bagaimana usaha dalam pembuatan martabak ini











BAB 2               DESKRIPSI TENTANG USAHA
            Usaha martabak manis ini menyediakan berbagai rasa untuk setiap variant nya. Mulai dari keju, cokelat ,nanas ,kacang ataupun rasa lainnya guna menarik minat masyarakat untuk membelinya. Lokasi yang sangat srategis dan dapat di jangkau oleh masyarakat sangatlah memungkinkan para konsumen untuk membelinya di dalam lokasi ini.

BAB 3               RENCANA PRODUKSI
            Produk yg dijual adalah Martabak Manis yang merupakan makanan sehari-hari. Untuk harga usaha ini sangat terjangkau dan relatif murah. Dalam  menjalankan  usaha  ini  kita harus mengetahui potensi pasar yang dijalani agar usaha yang dijalani dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat (konsumen).
            Menentukan objek pasar dalam menjalankan usaha ini harus menentukan objek pasar dengan strategis yang mudah dijangkau oleh masyarakat (konsumen). Tempat yang diambil yaitu tempat yang padat penduduknya dengan perilaku konsumtif masyarakatnya. 

BAB 4               RENCANA PEMASARAN
            Pemasaran yang akan di lakukan untuk produk ini berupa promosi ataupun memberikan diskon dalam pembeliannya. Promosi juga dapat di lakukan dengan memanfaatkan beberapa media social untuk mempromosikan produk ini.








BAB 5               RENCANA PERMODALAN
Berikut adalah rencana permodalan yang akan di lakukan untuk usaha ini ,dengan modal awal yang berasal dari modal pribadi sebesar Rp 3.000.000,-
a)      Biaya Tetap

·         Gerobak                                              Rp       500.000,-
·         Oven                                                   Rp       200.000,-
·         Mixer                                                   Rp       130.000,-
·         Kompor Gas                                        Rp       100.000,
·         Meja dan Kursi                                    Rp       500.000,-
·         Piring Kecil  2 lusin @Rp 13.000,-     Rp         26.000,-
·         Sendok  2 lusin @Rp12.500,-             Rp         25.000,-
·         Garpu  2 lusin @Rp12.500,-               Rp         25.000,-
·         Gelas plastik 1pak                               Rp         24.000,-
·         Pisau Makan 2 lusin @Rp13.000 ,-    Rp         26.000,-

Total                                                   Rp    1.556.000,-

b)     Biaya Variabel

·         Sewa Tempat                                       Rp       10.000,-
·         Listrik dan Air                                     Rp         3.000,-
·         Transportasi                                         Rp       10.000,-
·         Pembuatan Brosur                               Rp       25.000,-
·         Piring Plastik  1 lusin                          Rp       15.000,-
·         Kardus  40 biji                                     Rp       12.500,-
·         Tabung Gas                                         Rp       13.000,-
·         Sedotan 1 pak isi 50                            Rp         3.000,-

Bahan baku   :
·         Telur  3 kg @Rp15.000 × 3                Rp       45.000,-
·         Terigu  4 kg @Rp6.000 × 4                Rp       24.000,-
·         Gula Pasir 2 kg @Rp9000 × 2            Rp       18.000,-
·         Air­                                                                            
·         Garam  1 bungkus                               Rp         1.000,-
·         Soda Kue  3 Rp@ 3000 × 3                Rp         9.000,-
·         Blue Band ½ kg                                  Rp         6.000,-

·         Pewarna Kuning  2 biji @Rp1000 × 2            Rp         2.000,-
·         Fermipan ( Pengembang soda)  2 biji              Rp         1.000,-
            Bahan taburan          :

·         Kacang Tanah  1 kg                            Rp       14.000,-
·         Meses  ½ kg                                        Rp       10.000,-
·         keju  1 bijI                                           Rp         6.000,-
·         Susu Kental Manis  3 kaleng              Rp       25.500,-
·         Wijen 2 ons                                         Rp       12.000,-
           
           
             Biaya tak terduga
             Untuk biaya tak terduga ialah Rp.100.000



BAB 6               RESIKO
            Ada beberapa resiko dalam pembuatan ataupun hasil dari usaha martabak ini. Diantaranya yaitu bahan baku yang selalu naik ataupun makanan ini yang tidak mampu untuk bertahan lama. Selain itu, makanan ini tidak dapat di perjualkan berkeliling di daerah ataupun wilayah perumahan.

BAB 7               KESIMPULAN
            Harapan saya untuk produk “Martabak Manis” ini yaitu dapat berkembang secara luas dengan membuka beberapa cabang di berbagai wilayah dan tetap mampu mempertahankankan kualitas dan kuantitas dari usaha makanan ini.






Minggu, 22 September 2013

kontroversi hati

seketika aku tersentak begitu aku tau semua telah berubah .kau dan semua impian itu perlahan hilang dari angan dan semua mimpiku .jarak bukan hanya menjadi penghalang dalam hubungan ini, tetapi juga waktu yang teramat sulit kau berikan dalam hubungan ini. entah sampai kapan aku harus mengerti bahwa kita sedang dalam suatu ujian yang diberikan oleh tuhan. mungkin itu semua terlalu berat untuk kita jalani ,hingga pada akhirnya kitapun harus menerima apapun resikonya .tapi mengertikah kau bahwa perlahan kau mulai lupakan aku ? mungkin bagimu itu tidak, tapi aku merasakan hal yang berbeda. kau perlahan melupakan semua bahkan melupakan aku yang saat ini masih menjadi bagian dalam hidupmu. sadarkah kau akan hal itu ?

Senin, 10 Juni 2013

Bolu Pisang Ibu Onih



a.      Profil atau sejarah UMKM

            Di tangan Onih Suhartini, buah pisang disulap menjadi jajanan unik bernilai jual tinggi. Bertempat di Jalan Raya Sukaraja, Gang Mesjid, Sukabumi, Jawa Barat, bolu pisang buatannya mampu memikat hati banyak pelanggan. Tidak cuma bolu pisang, wanita berkaca mata juga itu mampu mengembangkan usaha dengan membuat puluhan ragam kue. Usaha yang ia rintis sejak 1988 dapat terus bertahan di tengah menjamurnya kompetitor sejenis.
            Awalnya, Ibu Onih memulai usahanya ini dari hobinya membuat kue. Dengan menitipkan satu hingga dua kotak kue di warung-warung terdekat dan namanyapun mulai terkenal. Akibatnya berbagai pesananpun mengalir sehingga Ibu Onih mampu membuat kios sendiri di rumahnya. Sekarang cabang usahanya sudah terdapat di banyak tempat, terutama di daerah Jawa Barat seperti Bandung, Bogor, Sukabumi, Tangerang dan juga terdapat beberapa cabang di Jakarta. Cabang kiosnya sudah lebih dari 10 cabang. Walaupun harga bahan dasar kue tersebut naik, tetapi Ibu Onih tetap mempertahankan harga kuenya, Karena kepuassan pelanggan adalah nomor satu. Bolu {isang Ibu Onih pun tidak mengandung bahan pengawet. Ini dilakukan agar rasa asli kue tetap terjaga dan mampu bertahan selama satu minggu.   
                                                                                                                        
b.      Visi dan Misi Usaha
           
            Visi dalam usaha Bolu Pisang Ibu Onih ini yaitu bias lebih mengembangkan usahanya ini ,serta mampu membuka cabang-cabang baru agar pelanggan diluar Jawa Barat dapat dengan mudah membeli kue ini.
            Misi nya yaitu dengan tetap mempertahankan harga kue walaupun harga bahan dasar naik, yang paling terutama yaitu tetap mepertahankan rasa khas kuenya dan tidak memakai bahan pengawet serta berusaha untuk memberikan kepuasan kepada konsumen agar dapat menemukan cabang yanga da di luar Jawa Barat.


c.       Kapasitas Produksi

Usaha Bolu Pisang Ibu Onih ini dalam seharinya mampu membuat puluhan kue di tiap cabangnya. Sedangkan jika ada pesanan dari pelanggan, Ibu Onih mampu memproduksi hingga ratusan kotak kue Bolu Pisang ini.

d.      Teknologi yang di gunakan

Dalam proses pembuatannya, Ibu Onih menggunakan beberapa alat dalam proses pembuatannya. Yang terutama yaitu mixer dan Open Listrik dalam pembuatannya. Sedangkan untuk melakukan proses pemasaran, Ibu Onih memanfaatkan Internet untuk proses pemasarannya agar lebih memudahkan pelanggan.


e.       Kendala Produksi

      Ada beberapa kendala dalam proses produksinya. Diantaranya dalam penggunaan bahan dasarnya yaitu pisang. Karena pisang didapatkan langsung dari Sukabumi, maka dalam proses pengirimannya membuat sedikit kendala dalam proses produksinya.

f.        Pemasaran

Cara pemasaran yang dilakukan oleh Ibu Onih awalnya hanya dari mulut kemulut saja, namun dengan adanya kemajuan teknologi Ibu Onih mencoba memperkenalkan usahanya ini melalui internet. Daerah pemsarannya pun tidak hanya di Provinsi Jawa Barat saja, namun sudah memiliki cabang di berbagai daerah seperti Jakarta, khususnya terdapat di Jl. Raya Penggilingan No 48 Jakarta Timur.

g.      Banyaknya Karyawan dan Perkembangan Omset

Karyawan yang terdapat dalam usaha ini sudah mencapai puluhan orang yang masing-masing tersebar di setiap cabangnya. Serta mampu menghasilkan omset yang cukup tinggi dengan terjualnya banyak kue setiap harinya.

h.      Kiat-kiat Usaha

Seorang wirausaha terkadang mengalami beberapa kendala dalam menciptakan usaha, diantaranya yang terutama yaitu modal. Namun bagi seorang wirausaha yang baik dan sukses, modal bukanlah menjadi kendala dalam berwirausaha. Usaha Bolu Pisang ini membagikan kita beberapa tips tentang bagaimana kiat kiat dalam berwirausaha, diantaranya :
a)      Ambisi ( aku daku )
b)      Kemauan / niat untuk tetap mempertahankan cita rasa kue tersebut
c)      Usaha dan Doa